Kamis, 30 Juni 2016

Tenun Ikat Bandar Kediri dan GO Internasional-nya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Tenun Ikat Kediri /TIK atau
Tenun Bandar Kediri/TBK. Begitu saja...!)
______________________________________________________








___________________

Kata Pengantar
___________________

Setalah mengurai mengenai Tenun Pandai Sikek-nya orang
Sumatra Barat dan Tenun Silukkang-nya, link :
.......
Tentu tak ada salahnya pula la pula, penulis mengurai
Tenun Kediri atau Tenun Bandar kediri.

Dari cerita ke cerita, tenun Kediri ini juga sungguh
luar biasa, "Jangan-kan memakai tenunnnya, melihatnnya
saja, kita sudah merasa seperti memakainnya".
Hebat bukan...!

Katanya pula :

- Jika anda orang Ambon yang memakai Tenun Kediri ini,
  maka identitas ke-ambonan ada langsung hilang. Ada
  langsung merasa seperti orang kediri.

Begitu juga, jika anda Orang Batak:

- Identitas ke-Batakan Anda bisa hilang jika memakai
  Tenun Ikat Kediri ini. Anda juga akan merasa seperti
  orang Kediri.

Para kawann dimana-pun berada...!

Rupa-ruoa-nya Tenun Ikat Kediri ini, sudah Go Internasional-
nya, tapi belum sukses. Karena itu tidak heran jika mereka
yang terlibat langsung sebagai team Sukses Tenun ini, me-
minta atau menyarakan agar mereka-mereka itu di dukung
untuk membikin Tenun Ikat Kediri ini lebih sukses, lebih
Go Internasional lagi.

Kawan-kawan sekalian...!

Berikut gambaran info mengenai keberadaan Tenun Ikat kediri
ini, termasuk info gambaran pengalaman berkunjung.

Selamat menyimak...!

Dalam iringan animasi video tayang youtube.

_____________________________________________________

Sekilas gambaran Keberadaan Teun IKat Kediri dalam
keluhan kegelisan akan tersingkir
_____________________________________________________













Kain tenun Indonesia Khas Kediri yaitu Tenun ikat Bandar
ada salah satu hasil kerajinan tradisional yang ada di
bandar kidul , kota Kediri , Provinsi Jawa Timur .

Kain tenun ikat Bandar merupakan hasil turun temurun
dari nenek moyang setempat , yang dulunya pengrajin
kain tenun tersebut. Kain tenun ikat bandar kediri
berdirinya pada tahun 1982.









Kain Tenun Ikat Bandar ini sempat mengalami masa kejayaan
pada tahun 1960 sampai 1970 .Tetapi , begitu muncul
kain tenun yang diproduksi menggunakan alat tenun
bukan mesin.

Maka satu persatu para pengrajin tenun ikat Bandar
gulung tikar atau rugi. Dikarenakan hasil dari pabrik
cenderung di bandrol murah .sehingga konsumen pindah
untuk membeli kain tenun yang murah.

___________________________________________________________

Sekilas info pengalaman Berkunjung ke Tempat pembuatan
___________________________________________________________









Kain Tenun Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kediri, tampaknya
cukup terkenal dikalangan para penggemar produk kain tenun
tradisional.

Selepas kunjungan ke Puhsarang beberapa bulan lalu, kami
berkesempatan untuk singgah selama beberapa saat ke salah
satu pembuat Kain Tenun Bandar Kidul yang menggunakan Alat
Tenun Bukan Mesin (ATBM) ini.

Lokasi pabrik tenun yang kami kunjungi ini berada sekitar
240 meter masuk ke dalam gang dari Jl. Kyai Haji Agus Salim,
Kediri.

Pintu masuk ke dalam ruangan kerja yang sederhana dari para
pengrajin Kain Tenun Bandar Kidul itu dicapai melalui
sebuah gang yang sempit yang bisa dilewati hanya satu
kendaraan roda empat.









Sebagaimana di tempat lainnya di tanah air, usaha rakyat
kecil dan menengah Kain Tenun Bandar Kidul ini merupakan
usaha kerajinan masyarakat Kediri yang telah ditekuni oleh
para pengrajinnya secara turun temurun sejak sebelum
jaman kemerdekaan. Hanya saja perlu usaha untuk terus
meningkatkan mutu dan keluaran produksinya.

Tembok bata dan pilar-pilar telanjang ini memagari ruangan
sederhana yang digunakan sebagai tempat pembuatan kain tenun
Bandar Kidul, dengan pintu masuk terlihat berada di sebelah
kiri. Tak ada penjaga atau penerima tamu, sehingga sambil
mengucap salam dan permisi kami masuk ke dalam ruangan.

Ruangan kerja pabrik Kain Tenun Bandar Kidul itu terasa
agak remang, meskipun ada penerangan listrik dan jendela
yang terbuka.

Di dalamnya kami melihat deretan alat-alat tenun dan
orang-orang yang tengah sibuk bekerja. Tidak ada yang
merasa terganggu ketika kami masuk dan berjalan
berkeliling di dalam ruangan seluas sekitar 100 m2 itu.

Tampak terpasang pada sebuah alat tenun tradisional adaalah
satu corak kain tenun Bandar Kidul yang masih dalam tahap
pengerjaan.

Di tempat yang kami kunjungi ini, para pengrajinnya
kebanyakan adalah laki-laki dewasa. Namun ada juga
seorang pengrajin tenun wanita yang bekerja agak di
sudut ruangan.








Alat kayu pembuat kain tenun Bandar Kidul berderet dalam
jarak yang cukup radat di ruangan yang terlihat sederhana
dan kurang representatif ini.

Entah sampai kapan industri Kain Tenun Bandar Kidul ini
 bisa bertahan menghadapi serbuan kain tenun yang dibuat
secara massal yang harganya bisa lebih murah.

Baiknya perlu dipikirkan oleh para peneliti di pemerintahan
maupun di perguruan tinggi, agar alat tenun tradisional
yang digunakan para pengrajin Kain Tenun Bandar Kidul ini
bisa lebih produktif dan hasilnya pun bisa lebih
berkualitas dan terjaga konsistensinya, sehingga bisa
terus bertahan hidup.


Seorang pria tengah sibuk bekerja pada sebuah alat tenun
di bengkel Kain Tenun Bandar Kidul. Tangan dan kakinya
tak henti-hentinya bekerja secara ritmik dan terampil,
menghasilkan suara tumbukan antar papan yang gaungnya
bersahut-sahutan dengan bunyi alat tenun lainnya.

Deretan benang tertata rapi terlihat di bagian belakang
alat pembuat kain tenun, yang meskipun terlihat sederhana,
namun pengaturannya cukup rumit. Motif kain tenun Bandar
kidul ini bermacam-macam, misalnya ada motif anggrek,
kentang – kentang, mawar, tirta, serta motif parang rusak.

Di bawah ini adalah sebuah video singkat yang menggambarkan
suasana di ruangan dimana para pengrajin Kain Tenun
Bandar Kidul ini bekerja.









Kain Tenun Bandar Kidul dari bahan katun saat itu dijual
dengan harga Rp.45 ribu per meter, sedangkan yang dari
bahan semi sutra dijual dengan harga sekitar Rp.75 ribu
per meter, dan yang dari bahan kain sutera dijual
seharga Rp.100 ribu per meter. Sedangkan untuk Kain
Tenun Bandar Kidul untuk bahan sarung dijual sekitar
Rp.125 ribu per potong.

Selain dibeli oleh masyarakat Kediri sendiri, Kain Tenun
Bandar Kidul kabarnya juga digemari oleh para pembeli
dari kota-kota lain di Jawa Timur, dan bahkan sampai
ke sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan
negeri tetangga. Semoga saja mereka bisa terus bertahan
dan meningkatkan daya saing serta mutunya.

____________

Penutup
____________









Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan jika Cle'an lagi berkunjung ke Kediri, tentu akan
sangat baik jika salah satu pilihan oleh-olehnya adalah
Tenun Ikat Kediri ini.

"Sukses Untuk Tenun Ikat Kediri"

...dan...

Silahkan-lah silahkan, "kalau mau Go Internasional".

Selamat malam...!







__________________________________________________________
Cat :
Tenun Ikat Bandar - FASHION KEDIRI
https://www.youtube.com/watch?v=6QUtNP4GXN8
Tenun Ikat Bandar - Menuju Tak Terbatas dan Go Internasional!
https://www.youtube.com/watch?v=7zvA6qoMqTU