Jumat, 05 Agustus 2016

Sejarah Mesin Jahit dan Perang Hak Patennya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Mesin Jahit)
__________________________________________________








_______________

Kata Pengantar
_______________

Para kawan dimana-pun berada...!

Paling tidak ada 4 Nama penting yang berhubunan dengan
Sejarah Mesin Jahit di Tahun 1800'an Akhir, yaitu :

1. Elias Howe (Amerika)

2. Isaac Singer (Amerika)

4. Hunt (......)

3. John Fisher (Inggiris)

Ke-empat penemu Mesin Jahit ini, pada saat yang dapat
dikatakan bersamaan ( 1800'an Akhir) menemukan cara
menjahit seperti cara menjahit mesin jahit sekarang
ini, yang mana untuk menjahit diperlukan 2 benag dan
satu jarum yang berlobang.

Karena sama-sama merasa orang yang menemukannya, maka
merka-pun sama-sama mendaftarkan Hak Paten-nya.

Tapi...tapi dan tetapi...!

Pada akhirnya perang Hak Parentersebut dimenagkan
oleh Elias Howe (Yang lainnya kalah).

Nah berikut info lengkapnya

...dan...

Selamat menyimak...!



_________________________________________

SekilasIn Info Tentang Mesin Jahit
_________________________________________








* Pengertian

Mesin jahit adalah peralatan mekanis atau elektromekanis 
yang berfungsi untuk menjahit.

Sejarah jahit-menjahit dengan menggunakan jarum sudah 
dimulai pada awal-awal peradaban manusia. 

Bahan jarumnya bermacam-macam, ada yang terbuat dari 
batu, tembaga, tulang, ataupun gading. Jarum yang masih 
kasar itu digunakan untuk menyatukan kulit hewan menjadi 
pakaian. 

Sementara benang yang digunakan dibuat dari otot hewan. 
Jarum logam digunakan sekitar abad ke-14, yang merupakan 
jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai 
pada saat ini.


* Awal penemuan mesin Jahit







Pada tahun 1755, seorang imigran Jerman, Charles Weisenthal, 
yang tiggal di Inggris, mematenkan penemuan jarumnya yang 
khusus dirancangnya untuk sebuah mesin. Sayangnya patennya 
tidak merinci mesin yang menggunakan jarum tersebut.

Berikutnya, seorang pembuat lemari asal Inggris, Thomas 
Saint yang juga mematenkan mesin jahit pada tahun 1790. 

Tidak diketahui apa Saint benar-benar membuat prototipe 
mesin yang digunakan pada saat itu, atau hanya sekadar 
mematenkan agar mendapatkan royalti, kelak jika mesin itu 
bisa dibuat. 







Yang pasti, Thomas Saint merinci dalam patennya sebuah benda 
tajam yang dapat membuat lubang pada kulit dan memasukkan 
jarum pada lubang yang ada. Selangkah lebih maju dari 
Weisenthal. Namun reproduksi temuan Saint itu ternyata 
tidak bisa beroperasi.

Perkara Paten ini juga dilupakan oleh Balthasar Krems. Warga 
berkebangsaan Jerman ini menemukan mesin otomatis untuk menjahit 
topi pada tahun 1810. Dia tidak mematenkan temuanya dan 
konon mesinnya tiadak pernah berfungsi dengan baik.

Upaya untuk membuat mesin jahit memang tidak pernah pudar. 
Banyak pula yang akhirnya menyebabkan perang paten. Namun 
tidak sedikit pula yang berakhir dengan kegagalan. 

Contohnya John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika. 
Mereka berdua membuat mesin jahit pada tahun 1818 namun 
ujung-ujungnya mesin itu gagal saat digunakan untuk menjahit 
sejumlah kain.







Mesin Jahit yang bisa berfungsi diciptakan oleh Barthelemy 
Thimonier pada tahun 1830. Mesin ini hanya menggunakan satu 
benang dan sebuah jarum kait seperti jarum bordir atau sulam. 

Sayangnya, temeuan ini tidak memperoleh sambutan baik dari 
masyarakat. Bahkan dirinya hampir terbunuh ketika sejumlah 
penjahit membakar pabrik garmen miliknya karena takut 
tersaingi dan menimbulkan pengangguran akibat temuan 
mesin jahitnya.

Kembali seorang Amerika mencoba membuat mesin jahit dan sukses 
pada tahun 1834, yang bernama Walter Hunt. Namun anehnya, 
dia tidak merasa bahagia dengan temuannya, karena dia merasa 
temuannya akan menimbulkan pengangguran.


* Mesin jahit bermacam-macam :







mesin jahit khusus, digunakan untuk satu perkerjaan 
menjahit tertentu,

mesin jahit umum,
mesin jahit serba guna
mesin jahit listrik
mesin jahit kaki
mesin jahit tangan

* Mesin Jahit Elias Howe

Puncak penemuan mesin jahit terjadi di Amerika Serikat yang 
ditemukan oleh Elias Howe. Mesin buatannya menggunakan dua 
benang dari arah berlawanan dan memiliki jarum berlubang 
untuk benang di bagian ujung. 








Jarum itu didesak menembus kain dan membuat semacam lengkungan 
benang di sisi bawah kain. Sebuah benang dari arah lain 
disisipkan ke dalam lengkungan tadi. 

Lalu kedua benang membuat jalinan yang mengunci kain. Kabarnya 
temuan ini inspirasi dari mimpinya. Dalam mimpinya, perut 
Howe ditusuk oleh seorang kanibal dengan tombak dalam tidurnya. 
Bentuk ujung tombak inilah yang dijadikan inspirasi buat 
menciptakan jarum yang sudah lama dicarinya.


* Perang Paten mesin jahit









Namun setelah penemuannya, Howe dihadapkan pada masalah dengan 
mempertahankan paten dan memasarkan temuannya. Akhirnya dia 
berjuang selama sembilan tahun. 

Perang paten sendiri pecah ketika Isaac Singer menemukan 
mekanisme naik turun pada mesin jahit dan Allen Wilson 
mengembangkan alat kait pemintal berputar. 

Mesin jahit belum menjadi barang produksi massal hingga tahun 
1850-an. Setelah Isaac Singer berhasil membuat mesin jahit 
dengan jarum jahit yang bisa digerakkan kayuhan pedal kaki, 
maka kesuksesan penjualan mesin jahit secara komersial terbuka. 
Sebelumnya, mesin jahit terdahulu menggerakkan jarumnya dari 
pinggir dan digerakkan dengan tangan.

Bagaimanapun, mesin Isaac Singer menerapkan mekanisme jalinan 
dua benang yang dipatenkan Howe. Maka Elias Howe menuntut Isaac 
Singer atas paten yang serupa dan berhasil memenangkan perkaranya 
pada tahun 1854. 

Sebenarnya Walter Hunt menerapkan jalinan benang dari dua 
sumber benang dan jarum berlubang. Namun pengadilan memutuskan 
paten jatuh ketangan Howe setelah Hunt membatalkan patennya.

Jika Hunt tetap mematenkan temuannya, Elias Howe dapat dikalahkan 
dalam perkaranya dengan Isaac Singer. Maka atas kekalahan itu, 
Isaac Singer harus membayar royalti paten Elias Howe. 

Jika saja paten yang dimiliki warga Inggris, John Fisher pada 
tahun 1844 itu tidak hilang, maka Fischer akan terlibat dalam 
perang paten mesin jahit. Pasalnya mesin renda buatannya 
menerapkan mekanisme yang serupa dengan mesin Howe maupun Singer.







Keberhasilan dalam mempertahankan hak atas patennya membuat 
keuntungan Elias Howe melonjak tajam. Pendapatan tahunannya 
yang semula 300 dolar Amerika menjadi lebih dari 200.000 dolar
AS per tahun untuk saat itu. 

Dalam kurun waktu 14 tahun (1854-1867), Howe mengumpulkan dana 
hingga 2 juta dolar AS atas temuannya. Ia lantas menyisihkan 
sebagian kekayaannya selama Perang Saudara Amerika bagi Pasukan 
Infantri dan sebagian lagi sumbangan atas nama pribadinya.

___________

Penutup
___________








Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan jika Cle'an tertarik dengan, "Singer Corparation" dapat
melaju lewat link :

Selamat malam...!














_______________________________________________________________
Cat :
butterfly sewing machine - YouTube